Rabu, 03 Oktober 2012

Air Terjun Watu Kurung


Air terjun yang satu ini menjadi daya tarik sendiri dalam jalur pendakian ke puncak sejati Raung dari arah Kalibaru Banyuwangi. Air terjun yang baru ditemukan oleh warga sekitar ini masih alami dan masih butuh perhatian dari banyak pihak. Air terjun ini dinamakan Watu Kurung sesuai dengan lokasinya yang dikelilingi oleh bebatuan dan tebing.

Air Terjun Watu Kurung yang baru ditemukan sekitar 3 bulan yang lalu ini layak untuk menjadi salah satu lokasi kunjungan dan tempat untuk menyegarkan diri sebelum dan setelah melakukan perjalan panjang menuju puncak sejati Raung.












Sekilas Gunung Raung

Gunung Raung adalah sebuah gunung yang terletak di ujung timur pulau Jawa. Gunung dengan ketinggian 3.332 m.dpl ini mempunyai kaldera dengan kedalaman 500 meter, selalu berasap dan sering menyemburkan api. Gunung Raung termasuk gunung berapi yang masih aktif dengan kaldera di puncaknya dan kelilingi oleh banyak puncak kecil, Menurut catatan letusan terdahsyat terjadi pada tahun 1638. Gunung strato volcano ini secara geografis terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, secara astronomis terletak pada 08° LU-07° LS dan 114° BB-021°BT.



Gunung Raung merupakan bagian dari kelompok pegunungan Ijen yang terdiri dari beberapa gunung, diantaranyal gunung.Suket (2.950mdpl), gunung.Raung, (3.332mdpl), gunung.Pendil (2.338), gunun.Rante (2.664), gunung.Merapi (2.800), gunung.Remuk (2.092), dan Kawah Ijen. Keindahan gunung raung dapat kita lihat dari pulau dewata Bali, tepatnya ketika kita berada di pantai Lovina Singaraja Bali Utara pada akhir siang atau ketika sunset di Lovina Beach.

Jalur Pendakian
Untuk mencapai puncak Gunung Raung, Jalur dari arah Bondowoso-Sumber Wringin adalah jalur paling sering digunakan sebagai jalur pendakian, sedangkan jalur dari arah Banyuwangi-Bajulmati jarang dilalui karena medan pendakian yang cenderung menanjak dan curam. Dari arah Bondowoso kita menuju ke Wonosari dengan minibus lalu kita teruskan menuju ke desa Sukosari. Dari desa Sukasari kita teruskan ke desa Sumber Wringin dengan naik kendaraan angkutan pedesaan. Perjalanan membutuhkan waktu 1,5 jam.


Di desa Sumber Wringin kita turun di pasar Sumber Wringin, lalu jalan menuju ke arah Pondok Motor yang letaknya sekitar 1jam dari Sumber Wringin, melalui pepohonan pinus yang tertata rapi dan di perjalanan akan menjumpai beberapa pondok di ladang penduduk yang dapat digunakan untuk beristirahat. Bisa juga menggunakan kendaraan milik perkebunan kopi untuk menuju Pondok Motor.

Di Pondok Motor akan dijumpai sebuah pondok pendaki. Dari tempat ini pendakian dimulai melewati tegalan sejauh 500m ke arah Tenggara. Kemudian dilanjutkan perjalanan selama 30 menit kita akan mencapai ketinggian 1300m.dpl. Pada ketinggian ini akan dijumpai pertigaaan jalur menuju gunung Suket ke arah Timur yang sekarang telah ditutup. Dari sini, menuju ketinggian 1600m.dpl memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Pendakian dilanjutkan menuju Pondok Sumur (1750 m.dpl). Dari Pondok Sumur, perjalanan mulai sulit karena jalur tertutup semak belukar.setelah itu kita akan melewati hutan cemara dan pakis serta padang rumput, setelah itu kita akan mencapai Pondok Demit. Dari Pondok Demit, pendakian dilanjutkan menuju Pondok Mantri, yang memakan waktu sekitara 7 jam. Pondok Mantri (2900m.dpl) merupakan perbatasan hutan dengan batuan sebelum puncak. Di tempat ini kita dapat mendirikan tenda untuk bermalam. Dari Pondok Mantri pendakian dilanjutkan melewati medan batuan menuju puncak gunung Raung. Total pendakian dibutuhkan waktu sekitar 9 jam.dan turunnya di perlukan 5 jam.


Puncak Gunung ini berupa gigir kaldera. Kawahnya sangat luas dan dalam serta sangat curam. Sesungguhnya masih ada titik tertinggi lain, namun kita tidak dapat menuju ke sana, karena tidak terdapat jalur serta dibutuhkan perlengkapan yang memadai. Di puncak sering bertiup angin kencang disertai hujan, menyebabkan udara sangat dingin. Suhu dapat mencapai 2-10 derajat celsius. Pakaian hangat sangat diperlukan dalam pendakian.




    Dalam pendakian gunung Raung, tidak terdapat mata air. Persediaan air sebaiknya disiapkan dari desa Sumber Wringin atau di Sumber Lekan. Para pendaki hendaknya melaporkan diri kepada aparat Perhutani di Desa Sumber Wringin.

Biasanya kebanyakan pendaki melewati rute utara jalur sumber wringin untuk sampai ke puncak gunung raung, namun jalur tersebut hanya menghantarkan sampai bibir kawah utara gunung raung yang saling berhadapan dengan puncak sejati raung.


(artikel : dari berbagai sumber)

Senin, 01 Oktober 2012

Sekilas RAV



Raung Adventure Volounteer (RAV) adalah kegiatan kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitar. RAV juga melayani untuk pelayanan jasa pengantaran pendakian terutama pendakian Gunung RAUNG hingga ke puncak sejati Raung melalui wilayah Kalibaru Banyuwangi. RAV juga memberikan jasa pengantaran ke beberapa lokasi wisata alam yang berada di kawasan banyuwangi.

Beberapa Lokasi wisata alam yang berada di Banyuwangi yang akan kami layani sepenuh hati untuk para sahabat untuk lebih mengenal alam Banyuwangi terutama lokasi - lokasi pendakian yang ada. Adapun lokasi - lokasi wisata alam yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi meliputi :

  • Kawasan Kawah Ijen
  • Kawasan Gunung Raung
  • Kawasan Taman Nasional Alas Purwo
  • Kawasan Meru Betiri
  • Kawasan Taman Nasional Baluran
  • dan beberapa tempat lainnya.

Minggu, 30 September 2012

Rapat Ekspedisi Jalur air dan Posko Raung

RAUNG ADVENTURE VOLUNTEER: rapat rapat XPDC air jalur raung dan pembuatan posko

Sabtu, 29 September 2012

Sekretariat




Jl. Suwandi Rt.005 / Rw. 005 Kalibaru kulon
Kalibaru - Banyuwangi
Jawa Timur 
Indonesia

Kontak :
087755755479 Jarwo



Jumat, 14 September 2012

Undangan ACARA RDB HIPABA

Diperintahkan kpd seluruh anggota RAV besok:
Hari : sabtu-minggu
Tgl : 15-16 sep 2012
Tpt. : smkn kalibaru
Acr : RDB HIPABA
Untuk sedianya membantu kepanitiannya. Terima kasih

seperti yang ada di group Raung Adventure Volunter yang ada di Facebook http://www.facebook.com/#!/groups/287032664722587/